Social Icons

Pages

Senin, 20 Desember 2010

Menentukan Diagnosis Stroke

Penentuan diagnosa stroke untuk menentukan jenis stroke apakah Non Haemoragik atau Haemoragik sejatinya adalah dengan menggunakan CT scan ataupun MRI, sayangnya peralatan CT scan apalagi MRI masih sangat kurang tersedia di Rumah Sakit di daerah bahkan di kota sekalipun. Untuk menentukan diagnosa stroke TS Fisioterapi bisa menggunakan skor klinik. Dibawah ini adalah skor klinik yang dikenal dengan nama skor Hasanuddin
yang merupakan modifikasi sistim skor Widjaya dari 12 Variabel (transient ischemik attack, permulaan serangan, waktu serangan, sakit kepala, muntah, kesadaran, tekanan darah, tanda rangsang selaput otak, fundus okuli, pupil, pemeriksaan darah, febris) yang kemudian diteliti oleh Gunawan D (1998) di Makassar menjadi 5 variabel (sakit kepala, tekanan darah, muntah, waktu serangan, dan kesadaran) yang kemudian dikenal dengan sebagai Hasanuddin Skor Stroke.
Hasanuddin Skor Stroke
No. Variabel Skor
1. Tekanan Darah saat serangan/ MRS:
-Tensi lebih atau sama dgn 200/110 mmHg
-Tensi kurang atau sama dgn 200/110 mmHg

7,5
1
2. Waktu serangan:
-Aktif/bergiat
-Idak aktif/ istirahat

6,5
1
3. Sakit Kepala:
-Sangat hebat
-Hebat
-Ringan
-Tidak ada

10
7,5
1
0
4. Muntah:
-Saat serangan
-Kurang atau sama dgn 24 jam saat serangan
-Lebih atau sama dgn 24 jam saat serangan
-Tidak ada

10
7,5
1
0
5. Kesadaran:
-Kehilangan kesadaran krg 24 jam saat serangan
-Kehilangan kesadaran lebih 24 jam saat serangan
-Kehilangan keasadaran sementara lalu pulih
-Tidak ada

10
1
1
0
Jika nilai total skor penderita stroke kurang 15, maka diagnosa klinik adalah Stroke non Hemoragik.
Jika nilai total skor penderita stroke lebih 15, maka diagnosa klinik adalah Stroke Hemoragik.
Mengetahui jenis stroke bagi fisioterapi tentunya sangat diperlukan dalam hal merancang program latihan fisioterapi yang akan diberikan pada pasien, hal ini juga berkaitan dengan intervensi awal bagi penderita stroke, Intervensi fisioterapi pada jenis stroke jenis non hemoragik sebaiknya dilakukan mobilisasi dini (dimulai dalam 48 jam) setelah serangan stroke, latihan sebaiknya tidak diberikan apabila tekanan darah 180/110 mmHg atau 80/50 mmHg. sedangkan untuk jenis stroke hemoragik sekitar 3 minggu atau setelah masa akut telah lewat. Dalam hal stroke jenis hemoragik penentuan penyebab hemoragiknya pun harusnya jelas apakah karena aneurisma, Arterousvenous malformation, atau disebabkan karena terjadinya iskemik lalu karena hipertensi menyababkan hemoragik.
Sumber:
Gunawan D. Uji Validasi Sistem Skor Widjaya yang Disederhanakan untuk Membedakan Diagnosa Strok Hemoragik dan Strok Non Hemoragik. Makassar: Fakultas Pasca Sarjana Unhas, 1998. Dalam Madyawati Kesesuaian Diagnosis Berdasarkan Skor Klink dengan Gambaran CT-scan Kepala Penderita Strok. Bag. Radiologi FK UNHAS.2009.
Setiawan.2009.Patologi Stroke, Program studi Fisioterapi FK Unhas Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar